Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
DANNY AJAR BASKORO

Powered by Blogger

Minggu, 27 November 2011

Bagaimana Ketrampilan Metakognitif Membantu Siswa Belajar?


Untuk menjawab pertanyaan ini maka perlu kami mengkaji terlebih dahulu konsep landasan teori tentang metakognisis itu sendiri. Metakognisi merupakan istilah yang dimunculkan oleh John Flavell (1985) dalam Slavin (2000) yang didefinisikan dalam bentuk yang sederhana sebagai pemikiran tentang pemikiran
("thinking about thinking"). Menurut Anderson dan Krathwohl (2001:43) penambahan awalan "meta" pada kata kognisi untuk merefleksikan ide bahwa metakognisi adalah " tentang " atau "di atas" atau " melebihi" kognisi

Dengan demikian secara harfiah metakognitif diartikan sebagai kognitif tentang kognisi, pengetahuan tentang pengetahuan atau berpikir tentang berpikir.
Pendapat yang sama dikemukakan Wolfolk (1998), bahwa metakognitif adalah pengetahuan deklaratif atau pengetahuan tentang diri kita sebagai pebelajar, faktor- faktor yang mempengaruhi pembelajaran dan ingatan kita, ketrampilan- ketrampilan serta strategi- strategi dan sumber- sumber yang diperlukan untuk mengerjakan satu tugas, atau secara umum mengetahui "what to do (apa yang dilakukan); pengetahuan prosedur atau pengetahuan tentang "How to use the strategies" dan pengetahuan kondisional atau pengetahuan untuk memastikan kelengkapan dari tugas yang dikerjakan atau pengetahuan tentang "Where" and "Why" to apply the procedures and strategies (kapan dan mengapa prosedur dan strategi tersebut digunakan).
Slavin (2000: 203) memperjelas bahwa ada satu strategi dalam membantu siswa belajar yakni mengajukan pertanyaan pada diri sendiri dengan menggunakan kata tanya WH-Quetion seperti Who, What, Why, Where dan How untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh si belajar itu sendiri.


SELENGKAPNYA.....

Sabtu, 26 November 2011

Bagaimana Bentuk Tugas yang Bermakna?


Secara umum tugas bermakna ada tiga kategori:
1.Tugas yang berorientasi aplikasi,
" Menjawab pertanyaan yang spesifik
" Apakah ini yang terbaik ?,
" Bagaimana melukiskan karakteristiknya?
2.Tugas yang berjangka panjang: pembelajaran berbasis proyek
3.Tugas yang student-directed.
Karakteristik yang paling utama jika suatu tugas dikatakan bermakna adalah::
1. Para siswa mempunyai kontrol atas tugasnya
2. Para siswa mempunyai kontrol pengalaman yang tidak langsung atas produk dari tugasnya.

Penggunaan tugas yang bermakna
Karena kompleksnya tugas yang bermakna, maka, para siswa perlu memahami secara kritis aspek-aspek yang mendasari tugas bermakna.
Menurut Beyer's ( 1988) ada lima langkah dalam tugas bermakna:
1. Guru memperkenalkan proses yang digambarkan dan menunjukkan langkah-langkahnya, menjelaskan kapan proses harus digunakan, dan menamai proses.

2. Para siswa mengadakan percobaan, guru menyediakan materi/topik yang bersifat umum dan menarik, membiarkan mereka untuk bekerja tanpa interferensi guru.
3. Para siswa memikirkan apa yang terjadi dalam fikiran mereka, ini yang sering disebut metakognitif, dan menggunakannya untuk belajar proses. Hal ini bisa dilaksanakan melalui kooperatif learning.
4. Sebagai hasil refleksi, siswa boleh melakukan perubahan strategi, manakala ada sesuatu yang harus dimodifikasi.
5. Akhirnya, para siswa mencoba proses yang dimodifikasi dan merefleksi penggunaannya.
Jika tugas yang bermakna tidak seperti diatas, maka guru perlu menyiapkan dan memandu siswa dalam bentuk tugas yang terstruktur.


SELENGKAPNYA.....

Kamis, 03 Maret 2011

TEORI BELAJAR " LATERAL THINKING"


Penemu : Edward de Bono (1971)
Fokus : menyelesaikan masalah dengan melihat dari sudut pandang yang lain.

Edward de Bono penemu lateral thinking berpendapat bahwa dibutuhkan perpektif yang lain dalam pemecahan masalah. Menurut de Bono ada empat faktor sebagai berikut:
(1).Mengenali pokok permasalahan supaya dapat memberikan sudut pandang lain masalah.
(2).mencari cara-cara lain dari yang biasanya.
(3).Melepaskan pikiran dari kekakuan pada umumnya.
(4).Menggunakan kesempatan-kesempatan yang ada untuk mengembangkan ide-ide yang lain

Faktor keempat berkaitan dengan kenyataan yang ada, bahwa umumnya lateral thinking berhasil pada ide yang pada mulanya memiliki kemungkinan keberhasilan yang kecil.
Lateral Thinking hampir sama dengan teori Gestalt (Wertheimer).

Aplikasi:
Teori ini banyak dicobakan pada pengembangan manajemen dan pengajaran anak-anak.

Prinsip:
Mencari perspektif lain dari suatu masalah, caranya dengan memecah masalah menjadi elemen-elemen pembentuknya. Kemudian dari elemen-elemen tersebut, kembali dibentuk/dikombinasikan ulang cara yang lain.

SELENGKAPNYA.....

Rabu, 02 Maret 2011

TEORI BELAJAR "ADULT LEARNING"


Penemu : K.P. Cross (1981)
Fokus : Model pembelajaran bagi orang dewasa

Model CAL (Characteristic of Adults as Learners) diungkapakan oleh Cross (1981) untuk tujuan program belajar seumur hidup. Model ini mengintegrasi berbagai teori untuk pembelajaran usia dewasa seperti Andragogy (knowles), Experiental Learning (Rogers), dan lifespan psychology.


Dua variabel utama dalam model CAL adalah
(1). Karakteristik personal, mencakup dimensi: umur, fase kehidupan, dan tahapan perkembangan seseorang.
(2). Karakteristik situasi, mencakup: belajar secara part time atau full time dan belajar yang diwajibkan atau belajar yang sifatnya bebas sesuai keinginan.

Ketiga dimensi dalam karakteristik personal dijelaskan sebagai berikut:
a. Dimensi umur
Dengan bertambahnya umurterjadi kemerosotan kemampuan sensory motor seperti penglihatan, pendengaran dan reflek. Namun terjadi peningkatan kemampuan intelegensi, seperti keterampilan mengambil keputusan, kosakata, dan membuat alasan.
b. Dimensi fase kehidupan, dan tahapan perkembangan seseorang
Komponen-komponen dimensi ini adalah pernikahan, pergantian pekerjaan, dan pensiun/purna bakti. Prosesnya berjalan secara seri dan pergantian antar fasenya dapat dipengaruhi oleh umur. Namun, tidak menutup kemungkinan tidak dipengaruhi oleh umur.

Administrasi pembelajaran yang mencakup jadwal belajar, lokasi dan prosedur; banyak dipengaruhi oleh variabel pertama (karakteristik personal)

Aplikasi:
Model CAL memberikan arahan dan panduan bagi program pendidikan untuk usia dewasa. Belum ada penelitian yang mendukung model ini.

Prinsip:
(1). Program pembelajaran orang dewasa sebaiknya memperhatikan pangalaman pesertanya.
(2). Program pembelajaran orang dewasa sebaiknya memberikan batasan umur bagi pesertanya.
(3). Orang dewasa cenderung merasa tertantang untuk meningkatkan tahap pengembangan diri.
(4). Orang dewasa sebaiknya diberi banyak pilihan jadwal dan pengorganisasian materi dalam program belajar.



SELENGKAPNYA.....

Sabtu, 26 Februari 2011

SOCIAL LEARNING THEORY


Penemu : A. Bandura (1977)
Fokus : Hubungan kognitif, perilaku, dan pengaruh lingkungan terhadap proses belajar.

Teori Bandura berhubungan dengan teory Vygotsky dan Lavemengenal social learning. Bandura mengatakan bahwa perilaku seseorang merupakan proses hubungan kontinu dan berkelanjutan dari kognitif, sikap, dan pengaruh lingkungan. Seseorang dalam proses belajar akan melakukan observasi/pengamatan.


Komponen-komponen pembentuk observasi adalah:
(1). Attention (perhatian)
(2). Retention (ingatan
(3). Motor Reproduction
(4). Motivation
Social learning theory mencakup pembahasan kognitif (memory, retention) dan perilaku (attention dan motivation).

Aplikasi:
Teori Bandura banyak dipakai pada pemodelan perilaku di lembaga-lembaga pelatihan. Teori ini juga banyak digunakan untuk : memahami perbuatan agresif, keterbelakangan kejiwaan; utamanya jika dikaitkan dengan perubahan perilaku.

Prinsip:
(1). Seseorang akan mudah meniru model perilaku tertentu jika menguntungkan dirinya.
(2). Seseorang akan mudah meniru model perilaku tertentu jika model tersebut dapat ditiru oleh pengamat, mempunyai nilai fungsional, dan mengagumkan.


SELENGKAPNYA.....

Jumat, 25 Februari 2011

TEORI BELAJAR "Subsumtion Theory"


Penemu : D.Ausubel (1963)
Fokus : Bagaimana pebelajar (learner) dapat memperoleh pengetahuan dengan lebih bermakna melalui presentasi verbal/tektual di kelas (bukan laboratorium).

Ausubel mengatakan bahwa proses belajar terjadi ketika jika pengetahuan/materi baru dikaitkan dengan struktur kognitif yang telah terbentuk sebelumnya. Struktur kognitif melputi semua pengalaman belajar yang pernah terjadi pada diri seseorang.

Mekanisme pengajaran yang disarankan Ausubel adalah 'advance organozers'. Maksud mekanisme ini secara konkrit sebagai berikut: diberikannya berbagai abstraksi dan pandangan-pandangan tentang suatu pokok bahasan di awal suatu proses pembelajaran. Organizers bukan diartikan sebagai overview ataupun kesimpulan. Melainkan, organizers digunakan untuk menjembatani pengetahuan yang telah dimiliki dengan materi yang akan dipelajari.
Prinsip:
(1). Ide/gambaran umum tentang suatu materi diutarakan terlebih dulu. Baru kemudian mulai diperkecil lingkup pembahasannya.
(2). Materi pembelajaran hendaknya mengintegrasikan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya. Cara yang digunakan adalah comparison (membandingkan) dan cross-referencing (mencari hubungan).

SELENGKAPNYA.....

Senin, 21 Februari 2011

TEORI BELAJAR "DOUBLE LOOP LEARNING"


Penemu : C. Argyris (1976)
Fokus : Pemecahan masalah komplek (problem solving)

Teori ini berdasarkan pada "teory of action" (Argyris & Schon, 1974). Perubahan nilai, perilaku, kepemimpinan, dan saling membantu satu dengan yang lain; semua itu adalah bagian dari teory of action.

Ada emoat langkah pada proses actin theory yaitu:
1. Menemukan atau memikirkan apa yang sedang dilakukan
2. Menemukan makna-makna baru
3. Menghasilkan aksi yang baru dari langkah 1 dan 2
4. Menggeneralisasi hasil
Teori Double Loop Learning, mencakup pengaplikasian keempat langkah diatas. Segala asumsi dan hipotesis yang ada harus diuji kebenarannya secara publik. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan efektifitas dalam pengambilan keputusan dan penerimaan terhadap kemungkinan kegagalan atau kesalahankesalahan.
Teori ini banyak diaplikasikan pada pengembangan manajemen. orientasinya pada perubahan kepribadian seseorang.
SELENGKAPNYA.....