Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
DANNY AJAR BASKORO

Powered by Blogger

Kamis, 01 Desember 2011

Strategi Pembelajaran Kognitif yang Dapat Membantu Siswa Belajar


Dalam menambah strategi umum pembelajaran ini, siswa dapat memiliki pengetahuan tentang variasi strategi metakognitif yang bermanfaat dalam perencanaan, monitoring dan pengulangan kognisinya.
Terdapat strategi kognitif yang juga dikemukakan oleh Arends (2001) yaitu :
a. Strategi Rehearsal ( strategi mengulang) yaitu kegiatan menghafal materi melalui pengulangan, misalnya mengulangi nomor telpon yang baru.

b. Strategi Elaboration ( starategi elaborasi) yakni penambahan informasi
baru secara mendetail pengkreasian hubungan- hubungan misalnya
menggunakan teknik menghafal dan menambahkan satu informasi
baru secara detail.
c. Strategy Organizational (strategi pengorganisasian), yakni
mengorganisasikan kembali atau memilih ide- ide utama dalam satu
bentuk informasi yang luas misalnya membuat sketsa, menghafal dan
memetakan.
d. Strategy Metacognition (strategi metakognisi), yakni berpikir tentang
berpikir, memonitor proses kognitif, misalkan bahwa strategi tebaik
untuk memahami satu teks yang baru adalah mengkreasikan satu
skema dari ide utamanya.

Menurut Slavin (2000: 203) Ada 4 strategi yang dipakai untuk membantu strategi belajar siswa, antara lain:
a) Note-Taking
Pengambilan catatan umumnya dilakukan dalam membaca maupun mengikuti apa yang diterangkan guru. Hal ini sangat berguna karena note-taking dapat menerima satu proses mental mendapatkan ide utama tentang keputusan seseorang. Cara note-taking untuk mengambil konsep- konsep materi yang rumit atau kompleks yang juga merupakan tugas- tugas yang sulit untuk mengenal ide- ide utama (Andreas & Abraham 1984 dalam Slavin (2000 :204)) menegaskan juga bahwa hal ini merupakan satu tingkatan tinggi proses untuk mendapatkan informasi.

b) Underlining (menggarisbawahi)
Menggarisbawahi merupakan strategi belajar yang sangat dikenal. Para ahli menemukan bahwa metode ini hanya memiliki sedikit keuntungan pada umumnya. Persoalan adalah kebanyakan siswa gagal membuat keputusan tentang materi apa yang sangat sulit dan mana yang sederhana untuk digarisbawahi. Bila siswa diminta menggarisbawahi kalimat yang sangat penting maka hal ini merupakan satu tingkatan yang tertinggi dalam proses menemukan informasi.

c) Summarizing ( Ringkasan/ Iktisar)
Ringkasan memuat pernyataan–pernyataan yang ringkas dari apa yang merupakan ide utama dari apa yang dibacanya. Strategi penggunaanya tergantung pada siswa yang menggunakan. Satu cara efektif dalam membuat ringkasan setelah membaca setiap paragraf. Disisi lain siswa membuat ringkasan untuk menolong orang lain untuk belajar tentang materi secara bagian- bagian sebab kegiatan ini lebih fokus pada ringkasan dan mempertimbangkan secara serius apa yang penting dan yang tidak penting.Tapi ada beberapa penelitianyang mengatakan bahwa tidak ada pengaruh dalam membuat catatan hal ini membuat strategi belajar menjadi rendah dalam menambah materi tulisan menjadi komprehensif tapi tak dimengerti merurut Anderson & Armbruster 1984 dalam Slavin 2000.

d) Outlining dan Mapping ( Jaringan/ sketsa dan pemetaan)
Strategi belajar yang meminta siswa dalam menyajikan kembali materi yang dipelajari dalam bentuk sketsa. Strategi–strategi ini meliputi jaringan, dan pemetaan. Outlining menyajikan point- point utama dari materi dalam satu format yang hirarkhi. Dalam membuat jaringan dan pemetaan, siswa mengenal ide- ide utama kemudian membuat diagram untuk menghubungkan satu bagian terhadap yang lain. Salah satu teknik belajar yang sangat dikenal untuk menolong siswa mengerti dan mengingat adalah metode PQ4R. Metode ini dijelaskan oleh Thomas & Robinson dalam Slavin (2000:204). PQ4R adalah kepanjangan kata dari:
1. Preview. ( Mengawali)
2. Question ( Bertanya)
3. Read ( Membaca)
4. Reflect ( Memantul/ merefleksikan)
5. Recite ( Merenung)
6. Review ( Mengulang)


0 komentar:

Poskan Komentar