Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
DANNY AJAR BASKORO

Powered by Blogger

Rabu, 21 April 2010

MOTIVASI

Setiap individu dalam melakukan aktivitasnya selalu mempunyai dasar dan tujuan yang berbeda. Setiap orang (karyawan) mempunyai kebutuhan yang berbeda yang dapat menimbulkan dorongan atau motivasi untuk bisa bekerja bahkan untuk bekerja lebih baik lagi atau lebih serius. Karena perbedaan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang, maka setiap orang juga memiliki alasan yang berbeda mengaa dia harus bekerja.
Meskipun secara jelas dapat dilihat dan dirasakan bahwa peranan motivasi sangat penting, namun motivasi dapat ditafsirkan dan diartikan berbeda oleh setiap orang.

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan, dan memelihara perilaku manusia. Motivasi ini merupakan subyek yang penting bagi manajer karena menurut definisi, manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain. Manajer perlu memahami orang yang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi (Handoko, 1998:251).
Dari pengertian motivasi tersebut, dapat diketahui bahwa motivasi penting artinya bagi individu (karyawan) dan perusahaan. Hal ini harus diketahui, karena di dalam manajemen yang baik harus terjadi adanya kerjasama antar individu atau bagian agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai, sedangkan tiap individu memiliki tujuan sendiri-sendiri yang mungkin berlainan atau tak seiring dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, harus selalu diciptakan usaha-usaha guna mendorong karyawan atau individu yang terlibat, untuk selalu bersedia bekerja sama sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat tercapai. Disinilah letak perpaduan antara motivasi sebagai individu dan sebagai karyawan, sehingga karyawan tersebut bisa lebih memaksimalkan kemampuan dalam bekerja dan dapat menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan.
Chung and Meggison dalam Islamy (1995) menyebutkan bahwa motivasi terdiri dari tiga unsur, yaitu motivational inputs, motivational decision,dan motivational outcomes. Motivational inputs (masukan motivasi) terdiri dari:
1. Kebutuhan Pegawai (Employee Needs): kebutuhan eksistensi (biologis dan keamanan), kebutuhan relasi (pengaruh, kasih sayang, persahabatan) dan kebutuhan prestasi (aktualisasi diri, pertumbuhan, dan perkembangan).
2. Insentif Organisasi (Organizational Incentives). Bahwa organisasi menyediakan penghargaan untuk pemuas kebutuhan pegawai, misalnya gaji, kesejahteraan, lingkungan kerja, hadiah interaktif, teman kerja, penghargaan, pengakuan, hadiah, atau penghargaan intrinsik seperti penyelesaian tugas, tantangan, dan tanggung jawab.
3. Hasil Persepsi (Percepual Outcomes). Bahwa pegawai memiliki aneka persepsi atau anggapan tentang nilai hadiah, adanya hubungan antara kinerja dan hadiah, kemungkinan pegawai mencapai hasil dari usaha-usahanya dalam bentuk kinerja dan lain-lain. Hanya persepsi yang positif yang akan mengarah pada motivasi yang tinggi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
A. Karakteristik Individu

Individu adalah subyek organisasi yang memiliki karakter yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan dan pengalamannya. Ciri-ciri itu membedakannya dari individu yang lain.
Dalam konsep motivasi yang dikemukakan oleh Lyman Porter and Raymond Mills dalam Stoner and Freeman bahwa karakteristik individu mencakup minat, sikap terhadap diri sendiri dan pekerjaan, serta kebutuhan yang dibawa seseorang dalam situasi kerja.
a. Minat
Menurut kamus besar bahasa indonesia, minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan, menyukai atau menyenangi. Selain itu minat adalah kecenderungan pegawai atau karyawan terkonsentrasi dalam satuan pengalaman atau aktivitas dan kecenderungan untuk mau mengembangkannya atau dengan kata lain sikap yang membuat seseorang merasa senang atas suatu obyek atau situasi.
Minat adalah kecenderungan seseorang untuk tertarik atau senang terhadap suatu pekerjaan atau tugas-tugas jabatan (Materi Diklat Pegawai Kantor Perhutani Unit II Surabaya, 1996:44).

b. Sikap
Sikap adalah pernyataan evaluatif baik yang menguntungkan atau tidak menguntungkan mengenai obyek, orang, atau peristiwa (Robbins, 1996:169).
Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan mengenai sesuatu. Terdapat tiga komponen dari suatu sikap, yaitu komponen kognitif merupakan pengertian pendapat atau keyakinan dari suatu sikap atau dengan kata lain merupakan suatu pernyataan nilai, komponen efektif merupakan segmen emosional atau perasaan dari suatu sikap, dan yang terakhir adalah komponen perilaku dari suatu sikap yang merujuk ke suatu maksud untuk berperilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.
c. Kebutuhan yang dibawa seseorang dalam situasi kerja
Kebutuhan menurut Robbins (1996:198) merupakan keadaan internal yang menyebabkan hasil-hasil tertentu tampak menarik Sedangkan Gibson (1996:186) menyebutkan bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang menunjukkan kekurangan yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kekurangan tersebut mungkin bersifat psikologis ataupun fisiologis. Masing-masing kebutuhan dipandang sebagai penggerak perilaku, dimaksudkan bila kebutuhan akibat kekurangan kebutuhan muncul, maka individu akan lebih peka terhadap usaha motivasi yang dilakukan oleh pimpinan.
B. Karakteristik Pekerjaan
Karakteristik pekerjaan adalah segala aspek dari suatu pekerjaan yang menjelaskan sifat-sifat umum yang dicerminkan dalam persepsi oleh yang mengerjakannya (Swasto, 1997:27).
Dengan mengutip pendapat Hackman dan Oldham, Sujak dalam Ermayanti (2001) mengungkapkan bahwa dalam pekerjaan perlu memperhatikan lima karakteristik pekerjaan. Karakteristik itu akan berpengaruh pada empat karakteristik personal sehingga dapat memperluas kebutuhan pegawai yang tumbuh terus, untuk mempelajari pekerjaan baru dan yang terakhir dapat meningkatkan produktivitas kerjanya. Karakteristik pekerjaan yang dimaksud adalah variasi, kecakapan, indentitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, dan balikan.
a. Variasi Tugas Karyawan
Merupakan macam-macam tugas yang dibebankan kepada karyawan, keberagaman atau variasi tugas yang dibebankan bertujuan untuk mengurangi kejenuhan pada karyawan sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi prestasi yang dihasilkan.
b. Jumlah Tanggung Jawab
Jumlah tanggung jawab yang dibebankan pada karyawan adalah pandangan karyawan terhadap tugas yang dibebankan, yang harus mereka selesaikan, dimana jumlah tanggung jawab ini harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan.
c. Imbalan yang Diterima
Imbalan yang diterima merupakan kompensasi ekstrinsik yang diberikan pada karyawan atas tenaga dan pikiran yang telah mereka curahkan pada pekerjaan. Walaupun imbalan yang diterima bukan satu-satunya tujuan bagi sebagian besar pekerja akan tetapi kesesuaian antara besar imbalan yang diterima dengan pekerjaan yang dibebankan, sedikit banyak akan sangat berpengaruh terhadap motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja.
d. Tingkat Otonomi
Otonomi merupakan suatu tingkat dalam pekerjaan yang memberikan pekerja kebebasan, kemandirian dan kebijaksanaan penjadwalan pekerjaan, dan menentukan pekerjaan yang harus dilakukan.
Dengan otonomi berarti seorang pegawai memperoleh kebebasan atau wewenang mengatur jadwal kerja, menetapkan prosedur penyelesaian pekerjaan dan arena keterlibatan kerja yang tinggi itu, maka tumbuhlah rasa tanggung jawab terhadap hasil kerjanya.
e. Umpan Balik Prestasi
Adalah lingkup dimana seorang individu menerima informasi yang langsung dan jelas mengenai seberapa efektif ia melaksanakan pekerjaan. Umpan balik prestasi ini tercermin dari kompensasi instrinsik yang diterima karyawan.
f. Tingkat Kepuasan Kerja
Merupakan perasaan yang timbul dari dalam diri karyawan mengenai pekerjaan yang selama ini mereka lakukan, apakah sesuai dengan keinginan dan pandangan mereka tentang tugas dari jabatan yang mereka miliki.
C. Karakteristik Organisasi
Merupakan variabel-variabel suatu kondisi kerja yang akan mempengaruhi motivasi kerja dari individu yang bekerja di dalam lingkungan kerjanya. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan karakteristik situasi kerja antara lain adalah:
a. Lingkungan kerja terdekat
Faktor lingkungan kerja terdekat dari karyawan sangat berpengaruh terhadap motivasi individu pekerja. Lingkungan kerja terdekat ini terdiri dari rekan sekerja dan pimpinan karyawan tersebut.
b. Tindakan Organisasi
Tindakan organisasi ini berkaitan dengan siatem imbalan dan budaya dalam organisasi. Sistem imbalan atau balas jasa merupakan perpaduan tindakan yang dilakukan perusahaan, dimana pada umumnya mempunyai dampak yang sangat besar terhadap motivasi karyawan, seperti kenaikan gaji, bonus, dan insentif lainnya.
Budaya organisasi merupakan nilai, norma, keyakinan yang dimiliki bersama dan dipatuhi bersama yang diciptakan bersama dalam suatu organisasi. Hal ini dapat meningkatkan kinerja karyawan karena karyawan merasa cocok atau senang dengan kultur atau budaya yang ada.




0 komentar:

Poskan Komentar