Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
DANNY AJAR BASKORO

Powered by Blogger

Minggu, 11 April 2010

TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang digunakan untuk memproses dan menyimpan data termasuk penggunaan teknologi komunikasi untuk transmisi data (Besterfield, 2003). Menurut Besterfield (2003), terdapat tiga level dalam teknologi informasi, yaitu:

1. Data, yang berbentuk alfa numerik dan dapat dipindahkan tanpa memperhatikan artinya.
2. Informasi, adalah susunan data tertentu yang membentuk pola dan memiliki arti dalam pikiran seseorang. Informasi berada dalam persepsi manusia.
3. Pengetahuan, adalah nilai tambah pada pikiran manusia, yang berasal dari persepsi dan manipulasi ilmiah informasi sehingga menjadi dasar tindakan yang cerdas.
A.Internet
Internet adalah jaringan komputer seluruh dunia. Internet mulai ada tahun 1969 sebagai alat untuk menukar data antara universitas-universitas dengan militer Amerika Serikat. Di tahun 1991, National Science Foundation, yang bertanggung jawab atas internet, menghilangkan larangan penggunaan komersial internet. Di tahun 1994, web browser komersial pertama, Netscape Navigator, diluncurkan. Sejak saat itu, jumlah komputer yang terhubung ke internet telah bertambah secara eksponensial. Tidak ada kelompok tertentu yang bertanggung jawab terhadap internet. Seseorang dengan komputer yang terhubung dengan internet memiliki kemampuan untuk memberi akses pada pengguna internet lain ke data yang disimpan dalam komputernya jika diinginkan.
B. Intranet
Di dalam organisasi, local-area network (LAN) mampu memberikan data bagi penggunanya dengan cara menyimpan sejumlah besar transaksi data pada komputer sentral dan pada saat yang sama menghubungkannya dengan personal computer (PC). LAN melayani sharing data seperti e-mail, transaksi, pengambilan keputusan dan pencarian, kalender, penjadwalan, teamwork dan authorship, dan akses ke internet. Data terbaru disimpan dalam komputer sentral, dan individu-individu tertentu yang memiliki hak untuk mengaksesnya. Pesan-pesan yang dikirim melalui e-mail menyediakan informasi secara efisien pada para rekan kerja. Para karyawan dapat menggunakan ruang chat untuk memberikan saran, pertanyaan, dan komentar. Untuk memperbaiki penjadwalan, jaringan dihubungkan dengan jadwal karyawan untuk menjamin setiap karyawan dapat hadir pada pertemuan di hari dan jam tertentu. Groupware, sebuah program perangkat lunak, menggunakan jaringan untuk share data untuk teamwork dan authorship.
C. Instant Messaging
Organisasi menyadari bahwa e-mail seringkali terhalang jaringan komputer dan cukup menghabiskan waktu karyawan. Karyawan IBM lebih banyak menggunakan instant messaging dibanding e-mail karena instant messaging lebih cepat. Instant messaging juga menghindarkan frustasi karena penggunanya dapat meletakkan nama koleganya dalam “daftar teman” dan segera mengetahui saat koleganya dapat dihubungi online, dan tidak seperti e-mail yang dapat terabaikan selama berjam-jam, instant messaging muncul pada layar monitor penerimanya. Sebagian besar organisasi melakukan pengkodean dalam menggunakan instant messaging untuk keamanan.
D. Konferensi video
Konferensi video (video conferencing) adalah suatu teknik yang memungkinkan seseorang di lokasi yang jauh dapat berpartisipasi yang suatu konferensi di tempat lain yang para peserta konferensi tidak hanya saling dengar tetapi juga saling lihat. Konferensi video memungkinkan lebih banyak karyawan berpartisipasi dalam pertemuan yang sebelumnya terbatas untuk orang-orang tertentu saja. Dokumen, foto dan grafik dapat digunakan untuk menyampaikan konsep yang sulit.

Setting standar konferensi video terdiri atas sebuah ruangan yang dilengkapi dengan meja, kursi, dua layar monitor besar, kamera, dan koneksi jaringan. Mayoritas konsumen menggunakan sirkuit digital seperti DSL (Digital Line Subscriber). Biaya peralatan dan jasa pelayanan digital telah mengalami penurunan. Organisasi menggunakan konferensi video untuk menghemat biaya perjalanan dan waktu partisipan.
Kelemahan dari sistem konferensi video adalah orang sering lupa bahwa konferensi video membutuhkan waktu lebih lama untuk berkomunikasi dibanding dengan pertemuan tatap muka. Konferensi video memperlambat spontanitas yang mungkin dialami ketika semua partisipan berada dalam satu ruangan. Para partisipan perlu bekerja lebih keras agar konferensi yang dilakukan berhasil.
Banyak perusahaan menggunakan teknik yang memungkinkan siaran satu-ke-banyak untuk komunikasi internal dengan karyawannya.
E. Virtual Teaming
Virtual teaming dapat didefinisikan sebagai sekelompok individu yang sangat tergantung dengan teknik-teknik elektronik untuk secara bersama-sama menyelesaikan sebuah proyek, tanpa memperhatikan perbedaan letak geografis, zona waktu, atau batasan organisasi. Piranti lunak yang dikenal dengan nama groupware digunakan untuk membantu tim-tim berkomunikasi di dunia maya. Virtual team menggunakan kombinasi internet, e-mail, instant messaging, sambungan PC-ke-PC, layar komputer yang di-share, dan database yang saling terhubung. Para anggotanya biasanya diberi sebuah situs web tertentu untuk mengirimkan kemajuan yang telah terjadi, grafik, laporan pertemuan, statistik, agenda pertemuan, dan dokumen lain yang akan di-share. Anggota tim juga bergantung pada telepon, faksimili dan teleconference.
Virtual team mengurangi biaya dengan mempekerjakan anggotanya tanpa membayar biaya-biaya relokasi. Anggota, spesialis, dan konsultan dapat dipekerjakan dengan cepat dan tidak mahal, ditambahkan pada tim sesuai dengan kebutuhan. Organisasi-organisasi besar dapat meletakkan orang-orang terbaik yang dimiliki pada proyek tertentu tanpa memperhatikan lokasinya.
Memulai organisasi virtual hampir sama dengan memulai organisasi tradisional. Satu perbedaan penting adalah anggota organisasi tidak bertatap muka. Situasi ini dapat diatasi dengan menggunakan konferensi video pada saat dimulai dan selama dibutuhkan.
F. E-Commerce
Penghubungan segala jenis mesin dan komputer dengan telekomunikasi telah merubah jenis tugas yang dilakukan, pelaku tugas, dan tempat pelaksanaan tugas. Proses-proses dapat melintasi berbagai organisasi - dari pemasok ke pelanggan - dan masih dapat dikelola dengan efekif. Rantai nilai telah direkayasa kembali, karyawan terbebas dari batasan-batasan geografis, dan produk dapat dibuat di seluruh dunia. Proses-proses tidak dimulai dan diakhiri di dalam suatu fasilitas, tim, atau organisasi.
G. Business-to-business
Aplikasi e-commerce antar bisnis telah ada sejak tahun 1980an. Aplikasi business-to-business (B2B) ini merupakan sistem hak milik menggunakan jaringan pribadi, tetapi sistem ini tidak memungkinkan secara ekonomis bagi usaha kecil.
E-commerce business-to-business melalui internet diharapkan dapat tumbuh dengan cepat karena (1) biaya masuk dan biaya operasional rendah, (2) jangkauan global dengan sejumlah besar rekan dagang, dan (3) manfaat yang diperoleh dari waktu siklus yang berkurang, penghematan biaya produk, dan koordinasi B2B yang lebih baik. Perantara B2B online menjadi tuan rumah yang berisi pembeli-pembeli dan penjual-penjual yang relevan. Penjual yang terdaftar memberikan deskripsi kategori produk, lokasi, kuantitas, harga, metode pembayaran, dan tanggal pengiriman; pembeli yang terdaftar mengajukan penawaran.
H. Business-to-Consumer
Business-to-consumer adalah transmisi elektronik transaksi pembeli-penjual dan informasi yang berhubungan antara pelanggan akhir individu (individual end user) dan satu atau lebih bisnis. Pembeli memperoleh manfaat dari kemudahan akses informasi produk, agen yang membantu menemukan barang yang diinginkan dan membandingkan harga, penjualan dan pelayanan 24 jam sehari 7 hari seminggu dimanapun juga, dan distribusi online produk dan jasa. Penjual mendapat manfaat dari biaya yang lebih rendah, jangkauan global, saluran pemasaran dan kemungkinan riset pasar multimedia, saluran pendukung pelanggan dan penjualan 24 jam sehari 7 hari seminggu, dan saluran distribusi produk dan jasa.
Sistem business-to-consumer memungkinkan perusahaan untuk bersaing pada biaya dan diferensiasi. Contoh perusahaan yang mampu bersaing dalam biaya dan diferensiasi adalah Dell Computer Corporation. Perusahaan ini dapat memenuhi spesifikasi komputer yang diinginkan pelanggan pada jumlah dan waktu yang diinginkan pelanggan. Strategi pemasaran langsung ini memberikan nilai lebih pada pangsa pasar yang ditarget dan meningkatkan efisiensi pelayanan pelanggan dan penjualan perusahaan.

E-commerce B2C dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pengecer barang, pengecer jasa, dan perantara pengecer. Amazon.com adalah pengecer produk terkemuka, yang memulai bisnisnya dengan menjual buku dan musik, tetapi akhirnya berkembang ke produk konsumen lainnya. Keberhasilannya memaksa pengecer buku lain untuk memperluas operasinya hingga internet.
Organisasi yang menyediakan jasa juga merupakan pengguna awal B2C. Salah satu pionir pertama adaah E Trade untuk industri pelayanan perdagangan. Industri jasa lain yang secara ekstensif menggunakan internet adalah industri perumahan dan perjalanan.

Daftar Rujukan
Besterfield, Dale H. 2003. Total Quality Management. Third Edition. Pearson Education International. New Jersey.

Bharadwaj, Anandhi S., Sundar G. Bharadwaj and Benn R. Kensynski. 1999. Information Technology Effect on Firm Performance As Measured by Tobin’s Q. Abstracts Management Science volume 45 Issue 7: 1008-1024

Brysijolfsson, Erik. and Lorin M. Hitt. 2000. Beyond Computation: Information Technology, Organizational Tranformation an Business Performance. Journal of Economics Perspectives, Volume 14 Number 4

0 komentar:

Poskan Komentar